Sabtu, 14 November 2009

tgs

Tugas Remedial Komputer “Adobe Photoshop”

Nama : Gatti Lestari

Kelas : XII Ipa 5

Langkah – langkah dalam Memodifikasi gambar dan teks :

1. Buka Applikasi Adobe Photoshop,

2. Kemudian Klik Menu File, Pilih menu Open, Lalu pilih gambar yang diinginkan,

3. Untuk menambahkan teks Klik icon Horizontal Type Tool (T) , kemudian letakan kursor pada posisi gambar yang ingin ditambahkan teks, lalu gunakan Klik and Drug untuk menentukan ukuran dari layer teks yang baru.

4. Gunakan menu Set the font size untuk mengubah ukuran teks, gunakan juga menu set the font family untuk mengubah jenis teks, dan juga gunakan menu set the teks colour untuk mengubah warna tulisan.

5. Kemudian untuk menambahkan gambar yang lain kita pilih menu fie, lalu piih open , kemudian pilih gambar yang diinginkan.

6. Piih icon magic wand tool, klik pada gambar sapi , gunakan Ctrl dan Shift untuk merapihkan area gambar sapi yang dipilih. Jika sudah , pada gambar yang sudah diselect tadi pilih menu edit pilih copy, lalu kembali ke gambar yang pertama tadi lalu pilih edit dan klik paste.

7. Kemudiah klik Icon move tool untuk memindahkan gambar sapi ketempat yang diinginkan.

8. Klik file lalu pilih save as, kemudian gambar tersebut di save dengan format JPEG(*.jpg)

9. Buka kembali gambar yang kita save tadi kemudian klik filter lalu pilih distort, pilih menu Diffuse Glow, kemudian atur ukuran Graniness, Glow Amount, dan Clear amount .


10. Lalu pilih OK dan Jadilah gambar yang diinginkan.

Rabu, 28 Oktober 2009

JURNAL ETIKA PROFESI AKUNTANSI

PROFESIONALISME, PENGETAHUAN AKUNTAN PUBLIK DALAM
MENDETEKSI KEKELIRUAN, ETIKA PROFESI DAN
PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS

Arleen Herawaty1 dan Yulius Kurnia Susanto2
1Trisakti School of Management, Jl. Kyai Tapa No.20 Grogol, Jakarta 11440
arleen@stietrisakti.ac.id, 2siou_chiang@yahoo.com

ABSTRACT
The aim of this study was to examine the effect of professionalism, auditor’s knowledge for
errors and professional ethics on materiality level judgement in the auditing process of financial
statements. Data were obtained by survey questionnaires, which were completed by accountants who
work at Registered Public Accountants, started from senior up to partner level. Samples were obtained
through convenience sampling. Data were analyzed using multiple regression analysis. The result of this
study showed that professionalism, auditor’s knowledge for errors and professional ethics have
significant and positive influence to materiality level judgement in auditing process of financial
statements.

Keywords: Professionalism, auditor’s knowledge for errors, professional ethics and materiality
level judgement.

Nie dia link asli dari penulisnya dalam bentuk pdf,
download aja yach
http://lpks1.wima.ac.id/pphks/accurate/makalah/AKT14.pdf

Senin, 12 Oktober 2009

Om , Tante da tips buat berkendara saat ujan neh . .

wah cuaca daerah JADEBOTABEK lagi gk menentu kadang panas tiba tiba langsung ujan . .
mau bagi bagi tips ada neh buat bikers buat mengantisipasi jika tiba2 ujan.
dapet info dari www.Gaspol.Org neh . .

  1. Gunakanlah ban sepeda motor yang baik, dan tidak botak
  2. Turunkan tekanan ban
  3. Sediakan selalu mantel atau jas hujan pada jok sepeda motor
  4. Gunakan helm standar
  5. Oleskan tembakau pada kaca helm
  6. Hidupkan lampu depan saat berkendaraan di musim hujan.
neh ada tambahan ,, klo ujannya bener2 gede saran ane seh mending berenti aja cari tmp ngadem yang ada jual makanan n minuman ,, n lbih aman cari warung yang agak jauh dari puun . .
moga bermanfaat :)

Keuntungan dari saham (Dividen dan Capital Gain)

Dividen Yaitu pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat pesetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama, yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode di mana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Umumnya dividen merupakan salah satu daya tarik bagi para pemegang saham dengan orientasi jangka panjang seperti misalnya pemodal institusi atau dana pensiun dan lain-lain.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai, yang artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham. Atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Umumnya pemodal dengan orientasi jangka pendek mengejar keuntungan melalui capital gain. Misalnya seorang pemodal membeli saham pada pagi hari dan kemudian menjualnya lagi pada siang hari jika saham mengalami kenaikan.

Di samping dua keuntungan di atas, maka pemegang saham juga dimungkinkan untuk mendapatkan yang namanya saham bonus (jika ada). Saham bonus merupakan saham yang dibagikan kepada para pemegang saham yang diambil dari agio saham. Agio saham adalah selisih antara harga jual terhadap harga nominal saham tersebut pada saat perusahaan melakukan penawaran umum di pasar perdana.

Selain itu juga mendapat manfaat non-finansial, yaitu timbulnya kebanggaan dan kekuasaan memperoleh hak suara dalam menentukan jalannya perusahaan.

Indeks LQ-45

Indeks LQ-45 yaitu indeks yang terdiri dari 45 saham dengan likuiditas (liquid) tertinggi, yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan. Selain penilaian atas liquiditas, seleksi atas saham-saham tersebut juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar.

Indeks LQ-45 pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 Februari 1997. Hari dasar untuk perhitungannya adalah 13 Juli 1994 dengan nilai dasar 100. Untuk seleksi awal digunakan data pasar dari Juli 1993 – Juni 1994, hingga terpilih 45 emiten yang meliputi 72 % dari total kapitalisasi pasar dan 72, 5 % dari total nilai transaksi di pasar reguler.

BEJ (Bursa Efek Jakarta) secara rutin memantau perkembangan kinerja komponen saham yang masuk dalam perhitungan Indeks LQ-45. Setiap 3 bulan review pergerakan rangking saham akan digunakan dalam kalkulasi Indeks LQ-45. Penggantian saham akan dilakukan setiap 6 bulan sekali, yaitu pada awal bulan Februari dan Agustus. Apabila terdapat saham yang tidak memenuhi kriteria seleksi Indeks LQ-45, maka saham tersebut akan dikeluarkan dari perhitungan indeks dan diganti dengan saham lain yang memenuhi kriteria.

Untuk dapat masuk dalam pemilihan, suatu saham harus memenuhi kriteria-kriteria berikut ini :

1. Masuk dalam urutan 60 terbesar dari total transaksi saham di pasar reguler (rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir)

2. Urutan berdasarkan kapitalisasi pasar (rata-rata nilai kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir)

3. Telah tercatat di Bursa Efek selama paling sedikit 3 bulan

4. Kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan, frekuensi dan jumlah hari transaksi di pasar reguler

Pengertian Saham

Menurut Fakhruddin (2001), “Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan”. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut.

Sedangkan menurut Jogiyanto (2000), “Saham adalah tanda kepemilikan dari perusahaan yang mewakilkan kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan”.

Risiko Investasi Saham

Saham dikenal dengan karakteristik high risk-return. Artinya saham merupakan surat berharga yang memberikan peluang keuntungan tinggi namun juga berpotensi risiko tinggi. Saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan return atau keuntungan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Namun, seiring dengan berfluktuasinya harga saham, maka saham juga dapat membuat pemodal mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.
Adapun risiko yang dihadapi adalah:

1. Tidak mendapat dividen, perusahaan akan membagikan dividen jika operasi perusahaan menghasilkan keuntungan dan mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk membagikan dividen. Dengan demikian perusahaan tidak dapat membagikan dividen jika perusahaan tersebut mengalami kerugian. Dengan demikian pula, potensi keuntungan pemodal untuk mendapatkan dividen ditentukan oleh kinerja perusahaan tersebut.

2. Capital Loss, dalam aktivitas perdagangan saham, tidak selalu pemodal mendapatkan capital gain alias keuntungan atas saham yang dijualnya. Ada kalanya pemodal harus menjual saham dengan harga jual lebih rendah dari harga beli. Dengan demikian pemodal mengalami capital loss.

3. Perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, jika suatu perusahaan bangkrut, maka tentu saja akan berdampak secara langsung kepada saham perusahaan tersebut. Sesuai dengan peraturan pencatatan saham di Bursa efek, maka jika suatu perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, maka secara otomatis saham perusahaan tersebut akan dikeluarkan atau di Delist.

4. Saham didelist dari bursa (Delisting), seperti yang sudah dibahas, risiko lain yang dihadapi oleh para pemodal adalah jika perusahaan dikeluarkan dari pencatatan Bursa Efek. Suatu saham perusahaan di delist dari Bursa umumnya karena kinerja yang buruk misalnya dalam kurun waktu tertentu tidak pernah diperdagangkan, mengalami kerugian beberapa tahun, tidak membagikan dividen secara berturut-turut selama beberapa tahun, dan berbagai kondisi lainnya sesuai dengan Peraturan Pencatatan Efek di Bursa.

5. Saham disuspend, risiko lain yang juga mengganggu para pemodal untuk melakukan aktivitasnya, yaitu jika suatu saham di suspend alias dihentikan perdagangannya oleh otoritas Bursa Efek. Dengan demikian pemodal tidak dapat menjual sahamnya hingga suspend dicabut.