Minggu, 14 Maret 2010

ROE (Return On Equity)

Untuk melakukan analisis profitabilitas yang merupakan hasil akhir dari berbagai keputusan dan kebijakan yang dijalankan perusahaan, diperlukan angka-angka indikator. Analisis profitabilitas ini memberikan jawaban akhir tentang efektif tidaknya suatu perusahaan. Profitabilitas dapat diukur melalui kemampuan perusahaan mempertahankan kebijakan deviden yang stabil sementara pada saat yang sama dapat mempertahankan kenaikan kekayaan pemegang saham dalam perusahaan.
Indikator profitabilitas menurut Brigham dan Gapenski (1994) terdiri dari Margin Laba Atas Penjualan ( Profit Margin on Sales), Basic Earning Power (BEP), Return on Total Assets (ROA) dan Return on Common Equity (ROE). Menurut buku ini ROE adalah rasio antara laba bersih dengan ekuitas pada saham biasa atau tingkat pengembalian investasi pemegang saham ( rate of return on stockholder’s investment).





Hal tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :

Net income available to common stockholders
Return on Common Equity(ROE)=
Common equity

Pada rumus diatas menunjukkan bahwa dengan meningkatnya laba bersih maka akan meningkat pula nilai dari ROE jika ekuitasnya tetap. Demikian pula sebaliknya dengan menurunnya laba bersih akan menurunkan nilai ROE. Menurut Bodie, Kane and Marcus (2002 ) Return on Equity ( ROE ) yang merupakan perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas ini merupakan salah satu dari dua factor dasar dalam menentukan pertumbuhan tingkat pendapatan perusahaan. Ada dua sisi dalam menggunakan ROE, kadang-kadang diasumsikan bahwa ROE yang akan datang merupakan perkiraan dari ROE yang lalu. Tetapi ROE yang tinggi pada masa yang lalu tidak menjamin ROE yang akan datang masih tetap tinggi. Penurunan ROE merupakan bukti bahwa investasi baru pada perusahaan tersebut menghasilkan ROE yang lebih rendah dari investasi lama. Hal paling penting dari para analis adalah tidak perlu menerima nilai historis sebagai indikator dari nilai yang akan datang.
Untuk mengetahui lebih mendalam tentang ROE, para analis menguraikan ROE menjadi beberapa perbandingan yang sering disebut dengan Du Pont System yang dapat dituliskan sebagai berikut :
Net Profit pretax profit EBIT sales assets
ROE = X X X X
Pretax profit EBIT Sales Assets equity





Dimana :
EBIT = Earning Before Interest and Taxes
Pretax Profit = EBIT – Interest Expense
EBIT / Sales = Profit Margin atau Return on Sales (ROS)
Sales / Assets = Assets Turnover (ATO)

Dari rumus diatas terlihat bahwa ROE berbanding lurus dengan ROS dan ATO. Jika Return on Assets (ROA) adalah perkalian ROS dengan ATO, maka ROE juga berbanding lurus dengan ROA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar